Rabu, 03 Desember 2008

JARINGAN SARAF TIRUAN

Jaringan saraf tiruan (JST) didefinisikan sebagai suatu system pemrosesan informasi yang mempunyai karakteristik menyerupai jaringan saraf manusia (JSB).
Jaringan saraf tiruan dapat belajar dari pengalaman, melakukan generalisasi tas contoh-contoh yang diperolehnya dan mengabstraksikan karakteristik esensial input bahkan untuk data yang tidak relevan.
Algoritma untuk JST beroprasi secara langsung dengan angka sehingga data yang numerik harus diubah menjadi data numerik.
JST tidak diprogram untuk menghasilkan keluaran tertentu. Semua keluaran atau kesimpulan yang ditarik oleh jaringan didasarkan pada pengalamannya selama mengikuti proses pembelajaran. Pada proses pembelajaran, ke JST dimasukan pola-pola input (dan output) lalu jaringan akan diajari untuk memberikan jawaban yang bisa diterima.
Pada dasarnya karakteristik JST ditentukan oleh pola hubungan antar neuron (disebut arsitektur jaringan),metode penentuan bobot-bobot sambungan (disebut dengan pelatihan atau proses belajar jaringan, fungsi aktivasi.
 Arsitektur JST
Pada JST, neuron-neuron akan dikumpulkan dalam lapisan-lapisan (layer) yang disebut dengan lapisan neuron (neuron layers). Neuron-neuron pada satu lapisan akan dihubungkan dengan lapisan-lapisan sebelum dan sesudahnya. Informasi yang diberikan pada jaringan saraf akan dirambatkan lapisan ke lapisan, mulai dari input sampai ke lapisan output melalui lapisan tersembunyi (hidden layer).
Faktor terpenting dalam menentukan kelakuan suatu neuron adalah fungsi aktifasi dan pola bobotnya. Umumnya, neuron-neuron yang terletak pada lapisan yang sama akan memiliki keadaan yang sama sehingga pada setiap lapisan yang sama neuron-neuron memiliki fungsi aktivasi yang sama. Bila neuron-neuron pada suatu lapisan (misal lapisan tersembunyi) akan dihubungkan dengan neuron-neuron pada lapisan lain (misal lapisan output) maka setiap neuron pada setiap lapisan tersebut (lapisan tersembunyi) juga harus dihubungkan dengan setiap neuron pada lapisan lainnya (lapisan output).
 Macam-macam Arsitektur JST
1. Jaringan dengan lapisan tunggal (Single layer net). Hanya memiliki satu lapisan dengan bobot terhubung. Jaringan ini hanya menerima input kemudian secara langsung akan mengolahnya menjadi output tanpa harus melalui jaringan tersembunyi.
2. Jaringan dengan banyak lapisan (multylayer net). Memiliki satu atau lebih lapisan yang terletak diantara lapisan input dan lapisan output.